Selasa, 01 Februari 2011

Jangan sia-siakan hidup

Seringkali kita mengeluh ini itu,
mengeluh karena gagal,
mengeluh karena sakit,
mengeluh karena dilanda
musibah. Mengeluh dan
mengeluh. Entah berapa banyak
kita telah mengeluh, bahkan ada
juga orang yang ingin mengakhiri
hidupnya dikarenakan tidak kuat
menahan beban kehidupan yang
sulit.
Betapa buruknya kita yang
mengeluh itu apabila kita
mengetahui. Alam semesta ini
memiliki hukum-hukum yang
mengaturnya, sehingga
terciptalah keseimbangan dijagad
raya yang luar biasa. Puncak
keseimbangan itu telah membuat
kita berada didunia. Kehidupan
ini muncul dari perhitungan
rumit sesuatu yang kompleks
dan menakjubkan. Bayangkan
saja peluang untuk terbentuknya
alam semesta yang membentuk
kehidupan ini menurut Penrose,
seorang ahli probabilitas adalah
1:10^10^123 (10 pangkat 10
dipangkatkan kembali 123)
sebuah angka peluang yang kecil
sekali dan sangat sulit
dijabarkan, bahkan melampaui
10^50 (probabilitas nol/mustahil
terjadi karena kebetulan).
Kehidupan ini adalah sebuah
proses. Butuh waktu yang lama
untuk menciptakan sebuah
kehidupan. Misalnya saja, butuh
proses yang panjang selama 9
bulan untuk menunggu kita
dapat terlahir ke dunia. Butuh
kerja keras dan pengorbanan
orang tua sehingga kita dapat
muncul dan hidup didunia ini.
Hidup ini adalah sebuah
keajaiban yang patut kita syukuri.
Hasil dari perjuangan kita dari
sebuah titik sperma dan
pengorbanan bertriliun-triliun
kehidupan sebelumnya –
perjuangan orang tua kita,
nenek kakek kita, kakek buyut
kita dan seterusnya sampai satu
titik awal yang mengawali
semuanya yang kita sebut
dengan Tuhan.
Apakah kita tidak menyadari
bahwa betapa berharganya
sebuah kehidupan yang kita
rasakan ini?. Apakah kita ini
makhluk hina yang mengeluh
dan tidak pernah menyadari
bahwa lahirnya kita, hidupnya
kita adalah sebuah anugrah yang
tidak dapat dibayar dengan
apapun?
Bandingkan ukuran tubuh anda
dengan pulau tempat
keberadaan anda. Sangat kecil
bukan?. Bandingkan lagi pulau
tempat tinggal anda dengan
benua dimana pulau itu berada,
dengan planet bumi, dengan
matahari, dengan galaksi
bimasakti terus sampai dengan
jagad raya. Lihat dan sadarilah
disekeliling anda dan rasakan
bahwa betapa kecilnya kita dan
segala kehidupan ini apabila
dibandingkan dengan jagad raya,
bahwa betapa sebentarnya umur
kehidupan kita apabila
dibandingkan dengan umur
jagad raya ini. Maka betapa
berhargalah dan bernilailah
sebuah kehidupan kecil yang
anda rasakan itu. Janganlah
sekali-kali anda sia-siakan
kehidupan itu. Nikmati dan
syukurilah semua anugerah yang
kita miliki ini.
Lalu apa hubungannya sebuah
kehidupan luar biasa itu dengan
penderitaan, kekecewaan dan
segala permasalahan yang kita
hadapi ?. Bukankah lebih baik
tidak pernah merasakan hidup
dan merasakan segala
penderitaan itu?.
Berpikirlah positif kawan. Tuhan,
sang orangtua dari segala
orangtua yang menciptakan kita
tentu sangat menyayangi kita
sebagai makhluk hasil ciptaanya.
Seorang orang tua tentu akan
menyayangi anak-anaknya. Hal
ini bukan berarti kita tidak akan
mengalami tragedi, namun
rasakanlah dan pelajarilah apa
yang berada di balik semua itu.
Carilah pelajaran dan
keuntungan dari semua keadaan
yang tidak menguntungkan itu.
Sudut pandang inilah yang
mampu membuat kita dapat
melewati semua krisis dan
merubahnya menjadi
kesempatan didalam jalan
kehidupan kita. Berpikir positif
akan mengaktifkan gen-gen
(informasi dasar didalam tubuh
kita) untuk menciptakan
keadaan yang baik bagi tubuh
kita. Mengaktifkan sel-sel otak
dan tubuh untuk menghasilkan
hormon-hormon yang
bermanfaat.
Prinsip dualitas (keberpasangan)
bekerja untuk segalanya. Ada
depan-belakang, siang-malam,
kekuatan-kelemahan dan
sebagainya. Tak peduli betapa
segala sesuatu timpang, tak
perduli segala sesuatu akan
berakhir, akan selalu ada ruang
untuk memilih. Pertahankanlah
sudut pandang yang positif.
“ Tuhan akan sesuai dengan apa
yang kita pikirkan”. Maha
pertahankalah dan berjuanglah
selalu untuk selalu dalam
keadaan positif.
Belajar dari Thomas Alva Edison,
Ia menghabiskan uang 40.000
dolar dalam waktu 2 tahun dan
6000 bahan yang telah diuji. Ia
menggabungkan 3000 teori yang
telah ada dan meringkasnya
menjadi 2 teori saja. Dan
akhirnya, setelah menemui
kegagalan sebanyak 8889 kali,
pada tanggal 21 Oktober 1879,
lahirlah lampu pijar listrik
pertama yang mampu menyala
selama 40 jam. Di tahun 1882,
Edison memasang lampu-lampu
listrik di jalan-jalan, dan rumah-
rumah sejauh 1 km di kota
Newyork. Hal ini pertama kalinya
di dunia, jalan-jalan diterangi
oleh cemerlangnya cahaya
lampu dan manfaat yang kita
tidak dapat hitung saking
banyaknya.
Maka berjuanglah kawan,
raihlah kemenangan yang
ditawarkan Tuhan di akhir jalan
hidup kita kelak. Raihlah
keabadian dan keindahan itu.
Syukuri kehidupan ini dengan
menjalaninya. Mari kita berjuang
dan berkorban bersama-sama
untuk memberikan manfaat yang
sebanyak-banyaknya. Semua itu
untuk kita semua masing-masing.
Karena Tuhan tentu tidak akan
menyia-nyiakan segala kebaikan
yang telah kita lakukan.
Menabung untuk akhirat.
Menabung untuk masa depan.
Jangan sia-siakan perjuangan
kehidupan sebelumnya para
leluhur kita yang telah berjuang
sehingga kita ada untuk saat ini
didunia. Mari kita lanjutkan …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar