Jumat, 28 Januari 2011

Mengenal makna hidup

Terkadang kita merasa selalu
benar dengan perbuatan kita,
padahal sebenarnya masih
banyak sekali kekurangan yang
kita tidak ketahui. Banyak orang
selalu mengandalkan keegoisnya
dan berbuat arogan tanpa
berfikir apakah itu baik atau
malah merugikan orang lain.
Jangan bertindak dengan asal
asalan karna itu lebih banyak
merugikan diri sendiri dari pada
menguntungkan diri kita. Jika kita
berada dalam suatu kumpulan
atau organisasi, apa yang kita
fikirkan? Kebanyakan kita berfikir
apa yang bisa kita manfaatkan
dari organisasi atau kelompok
tersebut atau orang tertentu,
sekarang pertanyaan berikutnya
Mengapa kita bisa berfikir
demikian? Sudah jelas, pastilah
kita tidak pernah mau rugi atau
tidak mau mengeluarkan sesuatu
yang kita miliki karna memang
itu sebagian besar sifat manusia
terutama manusia Indonesia ini.
Selain itu faktor yang
menyebabkan kita berfikir seperti
itu adalah tingkat keegoisan yang
kita miliki. Cobalah kita merubah
cara berfikir kita mulai dari hal
yang sederhana saja misalkan
dalam melakukan sesuatu atau
berbuat terhadap orang lain.
Jangan kita berfikir “apa yang
dapat kita manfaatkan dari
orang tersebut tapi cobalah
berfikir apakah yang telah kita
kerjakan tersebut sudah
bermanfaat bagi orang lain ?”
Dapatkah kita berfikir demikian?
Mungkin kita merasa sulit dan
terasa janggal jika kita hanya
dapat memberi terhadap orang
lain tanpa menerima balasan.
Aneh memang kedengarannya
kalau kita hanya memberi, tapi
perlu kita ketahui “Jika kita
meberikan sesuatu terhadap
orang lain, dengan keadilan
Tuhan, Tuhan telah
mempersiapkan kado dan akan
memberikannya kepada kita baik
itu berupa materi, fisik, atau
yang lainnya tanpa kita ketahui”
Beberapa kejadian yang kita
alami kerap sekali dengan
penyesalan. Mungkin selama ini
kita tidak tahu mengapa kita bisa
menyesal. Ada faktor yang acap
kali berpengaruh terhadap kita
sehingga muncullah penyesalan.
Faktor itu pada umumnya akibat
karna tidak adanya peluang dan
karna tidak ada informasi
sebelumnya. Dua hal ini sangat
sensitif akan terjadinya
penyesalan di diri kita. Kita ambil
saja contoh yang paling kerap
kali kita jumpai.
Pada umumnya orang yang
menyukai lawan jenisnya akan
terlihat malu malu, atau ada rasa
segan terhadap orang yang di
sukainya. Hal lain yaitu
perhatiannya mungkin lebih di
antara teman teman yang
lainnya. Misalkan saja namanya
Budi yang mencintai Dewi.
Sekilas mungkin kita susah untuk
menentukan apakah Budi
memang menyukai Dewi? Tapi
mudah saja kita melihatnya.
Mungkin kita semua sudah tahu
jika seseorang menyukai kita baik
itu dari tingkah lakunya atau
cara dia berbicara pada kita. Nah
pertanyaan terhadap Budi,
apakah Dewi juga
mennyukainya? Kita tidak bisa
katakan “Ya” jika kita tidak tahu
apa yang sebenarnya ada di
benak Dewi. Nah saat saat
seperti itulah yang acap kali
membuat orang bimbang,
terlintas di benak kita adalah apa
aku di terima atau di tolak?
Akibat pemikiran yang seperti
itulah sering kita lalai dan sering
mengulur waktu. Akibat
kelalaian kita itu jugalah bisa saja
orang yang kita sukai itu memilih
orang lain, mengapa karna
orang lain juga berhak untuk
menyukai orang yang kita sukai.
Nah setelah kita ketahui orang
yang kita sukai telah mempunyai
pacar barulah kita menyesal.
Iustrasi ini mengajak kita agar
jangan menunda hal yang
harusnya kita lakukan, bagi
kaula muda mungkin saja akan
terasa hampa atau kecewa pada
orang yang di sukainya. Mungkin
saja jika kita ungkapkan
perasaanya terhadap orang yang
di sukainya belum tentu di tolak
atau dengan kata lain orang
tersebut juga menyukai kita. Nah
akibat kurangnya informasi dan
peluang terhadap seseorang
akhirnya timbullah penyesalan di
hati. Lalu berfikirlah kita
“ mengapa tidak ku ungkapkan
perasaanku dengan dia ya”
Ungkapan seperti itu sangat
sangat sering kita dengar. Tapi
apakah jika kita menggumam
seperti itu maka orang yang di
harapkannya akan datang
menemuinya. Hal yang paling sia
sia adalah jika kita berharap
sesuatu yang tak mungkin
terjadi. Mengapa kita harus lelah
dengan cara berfikir seprti, mari
kita rubah cara berfikir kita yang
terasa konyol. Seperti penuturan
di atas jangan kita berharap
sesuatu dari orang lain tetapi
apakah orang lain berharap
terhadap kita?
Banyak hal yang bisa kita
lakukan untuk mendapatkan
sesuatu yang kita ingini, akan
tetapi setiap perjuangan pastilah
ada tantangannya baik itu secara
internal atau external.
Menemukan orang yang mampu
di ajak konsultasi bukanlah hal
yang mudah, hal itu di
karenakan kita sulit untuk
mempercayai orang lain jika
tidak kita kenal secara detail.
Kembali ke ego bukan?
Jarang sekali kita bisa
menemukan hal yang terbaik
untuk kita terutama kepada diri
kita sendiri. Banyak pertanyaan
yang bisa kita buat untuk
mengetahuinya, tapi di sini kita
tidaka akan mempertanyaakan
hal yang semacam itu. Di sini kita
hanya menjabarkan mengapa
sesuatunya terjadi begitu saja
tanpa kita ketahui apa jalan
keluarnya. Kita harus paham
filosofi yang ada di sekeliling kita
jika kita ingin mengetahui apakah
kita itu berego tinggi atau
sebaliknya. Di bawah ini akan
saya berikan ilustrasi tentang
mengapa kita selalu sulit untuk
mendapatkan hal yang baru.
“ Pak Salim adalah seorang
kariawan PT. Silo sebagai staf di
bagian administrasi. Setiap
harinya Pak salim berangkat
kerja dengan menumpang Bus
kota yang setiap paginya melalui
jalan depan rumahnya. Pada
suatu pagi Pak salim hendak
hendak berangkat ke kantor,
beberapa menit Ia berdiri di
pinggir jalan kemudian
tampaklah Bus kota yang di
tunggunya dengan segera pak
Salim melambaikan tangannya
menandakan hendak
menumpang.Tiba tiba saat ia
hendak naik sepatunya lepas
sebelah sementara bus sudah
berjalan.
Seandainya jika kita yang
mengalami hal seperti yang di
alami Pak salim dalam ilustrasi di
atas, apa yang akan kita
lakukan? Apakah anda akan
meminta supir bus berhenti agar
anda bisa mengambil sepatu
anda yang terjatuh, atau anda
akan membiarkannya begitu
saja? Tak ada seorangpun yang
tahu apa yang akan anda
lakukan jika terjadi demikian
keculi hanya anda sendiri. Dalam
cerita berikutnya kita akan tahu
apa yang akan di lakukan oleh
pak salim.
“ Tiba tiba dengan sigap Pak
Salim langsung membuka
sepatunya yang masih berada di
kakunya dan langsung
membuangnya tepat di dekat di
mana sepatunya tadi terjatuh.
Seseorang yang duduk di
sebelah pak salim kemudian
bertanya “Mengapa Bapak
melepaskan sepatu bapak yang
satu lagi ?” Dengan tersenyum
Pak salim hanya menjawab “
Agar ada manfaatnya”
mendengar perkataan pak salim
orang yang duduk di sebelahnya
terdiam dan bingung sendiri
karna mungkin dia berfikir
“ Aneh bapak ini”.
Apakah anda tahu mengapa di
ilustrasi itu pak salim hanya
menjawab “agar ada
manfaatnya?”Dalam Ilustrasi
tersebut pak salim memahami
filosofo hidup, mengapa kita
mempertahankan sesuatu
karena ego kita walaupun itu
tidak bermanfaat bagi kita lagi?
Sebenarnya arti dari kalimat pak
Salim itu adalah agar siapapun
yang mendapatkan sepatunya
bisa di manfaatkan kembali. Jika
kita yang mengalami hal
demikian apakah kita akan
melakukan hal yang sama seperti
yang di lakukan pak salim?
Rasanya sulit untuk merelakan
sesuatu yang kita miliki apa lagi
jika barang yang kita punya itu
adalah barang kesayangan kita.
Tetapi dengan filosofi yang di
miliki pak salim kita bisa
menirunya walau hanya sebuah
ilustrasi singkat tapi ada makna
yang dalam yang terkandung
didalamnya. Mengapa kita
mempertahankan sesuatu yang
tak berguna untuk kita,
bukankah lebih baik jika kita
merelakannya. Terkadang kita
harus berani kehilangan sesuatu
yang kita miliki untuk
mendapatkan sesuatu yang baru.
Nah sekarang kita mulai
mengetahui bukan bagaimana
sesuatunya berjalan di luar
dugaan kita dan mungkin kita
sudah bisa melihat cermin jiwa
kita yang sebenarnya walaupun
baru sedikit yang kita ketahui
namun kita harus mampu untuk
mengembangkannya jika kita
ingin merubah diri kita dan
membuang tingkat keegoisan
yang kita miliki. Jangan pernah
menyesal dari perbuatan kita
tetapi hal yang harus kita
lakukan adalah merubah sikap
dan cara kita. Bagaimana kita
merubahnya, ada tahapan yang
harus di perhatikan yaitu kita
harus bertekat, berusaha. Nah
apakah dengan tekad dan
berusaha maka kita akan
berhasil, jawabnya “belum”
masih ada faktor yang paling
mendasar yaitu “niat.” Niatlah
yang mendorong kita untuk
melakukan sesuatu, dengan
adanya niat maka kita akan
berusaha dan bertekad untuk
mendapatkan sesuatu yang kita
ingnkan.
Jika kita di hadapkan dengan
suatu masalah yang rumit dan
bahkan mungkin teramat berat
bagi kita, apakah yang akan kita
lakukan? Jangan menjadi orang
yang penakut dalam hidup ini,
tak ada yang perlu di takutkan.
Yang harus kita takuti adalah diri
kita sendiri jika kita tidak bisa
mengkontrolnya maka musuh
terbesar dalam hidup ini adalah
diri kita sendiri. Dalam diri kita ini
banyak sekali persoalan
persoalan yang harus kita hadapi
baik itu persoalan yang kecil
atau persoalan yang besar. Jika
kita masuk dalam suatu masalah,
pastilah ada jalan keluarnya.
Satu hal yang harus kita
menegrti, mengapa masalah
muncul? Jawabannya karna
adanya sesuatu yang mengganjal
dalam hati seseorang sehingga
menimbulkan masalah, nah jika
tidak ada hal yang mengganjal
menurut seseorang atau dengan
kata lain semuanya sempurna
maka pastilah takkan pernah
ada masalah dalam hidupnya.
Sangat mustahil jika kita terlahir
di dunia ini tanpa suatu masalah
apapun. Walau demikian halnya,
bukan berarti masalah itu tidak
dapat diatasi. Manusia hidup
karena setiap manusia yang
terlahir didunia ini adalah sang
juara. Walau semua yang terlahir
di dunia adalah sang juara,
namun tidak semua
kesempurnaannya sama. Coba
kita bayangkan jika kita terlahir
dalam keadaan cacat, baik itu
cacat mental maupun fisik?
Tentu kita merasa janggal dalam
menjalani hidup ini. Dengan
kesempurnaan yang kita miliki,
mengapa kita tidak manfaatkan
dan menambah nilai positif. Sifat
manusia yang cenderung selalu
menunggu terutama dinegara ini,
Indonesia. Selain itu, sifat malas
dan ditambah dengan sifat
munafik menyebabkan
seseorang semakin enggan untuk
berusaha demi meningkatkan
kualitas diri untuk maju kedepan.
Kita terkadang sering diselimuti
rasa penyesalan dan bersalah
terhadap orang lain disekeliling
kita, namun apakah ada guna
dari penyesalan itu? Jika
penyesalan adalah untuk
mengembalikan sesuatu yang
sama persis dengan apa yang
sebenarnya itu adalah pekerjaan
sia-sia belaka tidak ada
sesuatunya bisa berubah tanpa
adanya tindakan dari diri sendiri.
Coba lihat diri kita, apakah kita
sudah benar-benar mampu
dalam menjalani kehidupan ini?
Cerminan diri sangat membantu
untuk mengkoreksi diri sendiri
sebelum kita mengkoreksi orang
lain. Hal terpenting dalam diri
sendiri yaitu pengontrolan
emosional, sikap percaya diri,
dan kekreatifan.
Pengontrolan emosional sangat
berpengaruh dalam
pengambilan tindakan dan
keputusan, hal ini akan lebih
mendukung sikap percaya diri
kita untuk mencapai tujuan yang
diharapkan. Percaya diri adalah
modal dasar untuk melangkah
kedepan. Percaya diri yaitu
Hubungan INTEGRAL antara
Ability (kemampuan) dengan
Motivasi. Jika pemikiran
seseorang menciptakan aspirasi
maka akan timbul rasa percaya
diri terhadap orang tersebut.
Banyak orang yang masih mudah
terpengaruh oleh hal-hal yang
sifatnya negatif dan merugikan
itu disebabkan karna kurangnya
pendirian yang kuat. Disisi lain
faktor yang dapat
mempengaruhi seseorang adalah
bagaimana pergaulannya. Sikap
menilai diri sendiri akan lebih
baik jika disertai dengan motivasi
dan dorongan untuk lebih
memacu hasrat agar kedepan
lebih baik lagi.
Tidak semua orang akan melihat
dirinya sendiri, kebanyakan
orang lebih suka menilai orang
lain ketimbang dirinya sendiri hal
ini disebabkan karena
pengendalain diri yang kurang
dan sikap egoisme yang masih
tinggi. Manusia pada umumnya
menginginkan dirinya lebih
terdepan dari orang lain
walaupun kemampuan yang
dimilikinya tidak sesuai dengan
apa yang akan dilakukannya.
Namun jika benar-benar dengan
tekad dan niat serta usaha yang
dimilikinya tidak menutup
kemungkinan untuk seseorang
tampil kedepan. Sifat manusia
dinegara kita ini lebih suka
mencari-cari kesalahan orang
lain dari pada kesalahannya
sendiri, suka menghina orang
lain dan tidak suka dihina.
Banyak orang yang malu jika
dihina. Tidak terima lalu akhirnya
terjadilah pertengkaran. Cukup
banyak orang yang benci jika
dihina dari pada mereka yang
tetap berpikir positif jika hinaan
ditujukan kepadanya.
Jones Handway, seorang
Humanitarian Inggris, pada
waktu pertama kali
memperkenalkan kegunaan
sebuah payung yang dipakainya
di waktu hujan, orang yang
melihatnya terasa melihat
sesuatu yang aneh. Selama 30
tahun Jones Handway diejek dan
dihina sebagai “Manusia
Berpayung”. Namun Jones tetap
menanggapi hinaan itu dengan
nilai positif. Jones tetap
memberikan teladan dan contoh
itu di tengah-tengah banyak
orang. Cara berpikir positif Jones
Handway ternyata berbuahkan
kecemerlangan. Akhirnya
penggunaan payung pada waktu
hujan jadi membudaya di seluruh
dunia.
Benyamin Franklin, pada suatu
hari menggantungkan lentera
yang indah pada malam hari di
depan rumahnya yang gelap
gulita. Kebiasaan ini mendapat
pemandangan aneh serta ejeken
ringan dari setiap orang yang
menyaksikannya. Namun
benyamin justru senantiasa
membersihkan kaca lentera itu
agar kelihatan indah. Sehingga
banyak orang tertolong untuk
berjalan dengan nyaman karena
penerangan lentera-nya. Lambat
laun, kenyataan-pun berubah.
Akhirnya karena contoh yang
baik ini, penduduk Philadelphia
pun melakukan hal yang sama,
saat senja tiba memasang lentera
di depan rumah mereka masing-
masing sehingga jalan-jalan yang
gelap menjadi terang. Kita
jangan gentar untuk tetap
memberiakan teladan atau
contoh yang baik kepada
masyarakat disekitar kita. Jangan
malu, jangan merasa terhina dan
jangan emosional menghadapi
tiap hinaan itu. Tetaplah
kembangkan cara berpikir positif
anda, maka saatnya akan tiba,
akan banyak orang yang
mengakui dan mengikuti teladan
saudara itu. Ingat, jangan malu
jika dihina. Hiaan dari orang
adalah pengetahuan baru jika
kita menilai dengan sikap positif.
Lebih baik anda dihina dari pada
harus anda yang menghina,
karna pada dasarnya orang yang
suka menghina adalah orang
yang tidak tahu didikan.
Mencermini diri sendiri tidak bisa
terlepas dengan dorongan sikap
dan prilaku yang tangguh,
tangguh bukan berarti harus
“ jago” tangguh disini berarti
mempunya sikap yang peyabar,
rendah hati dan inisiatif yang
baik. Siapa yang tidak ingin
memiliki pribadi yang tangguh ….?
Tentu semua insane di muka
bumi ini, ingin memiliki pribadi
yang tangguh. Ketangguhan
pribadinya akan menjadikannya
sangat diperhitungkan oleh siapa
saja. Ketangguhan pribadi
menjadikannya lebih siap
menghadapi apa saja gejolak dan
persoalan yang tengah terjadi di
dunia sekitarnya. Meskipun tidak
dihargai dan sering tidak
mendapat kehormatan, namun
pribadi yang tangguh
menyebabkan ia tetap berdiri
kokoh.
Jika anda pengagum musik kelas
dunia, anda tentu mengenal
Wolfgang Amadeus Mozart,
seorang pengubah musik klasik
yang teragung dan paling
berjaya pada jamannya,
berbakat, serba bisa dan seorang
yang berkepribadian tangguh.
Mozart dilahirkan pada 27
januari 1756. Mozart mempunyai
bakat yang besar dan mampu
bermain musik ketika baru berusi
tiga tahun, bahkan telah mampu
mengubah lagu, ketika berumur
lima tahun.
Dia mempunyai karakter yang
lembut. Saat berumur 7 tahun,
pertunjukannya di London
ternyata dikagumi oleh banyak
orang. Ketika baru berusia lima
belas tahun, Mozart telah
dilantik menjadi concertmaster
orkestra uskup besar di
Salzburg. Di Paris Mozart
berjumpa dengan beberapa
penggubah lagu terkenal
Jerman. Seluruh dunia
mengagumi kemampuan dan
kemahirannya.
Hebatnya, masa kejayaan
MOZART ternyata terus menerus
ditandai dengan masa pahit getir.
Dari 7 orang kakak beradik,
hanya MOZART & adiknya Maria
Anna yang hidup. Dalam usia 15
thn, Ibunya telah meninggal
dunia. Belum lagi hubungan
MOZART dan pengganti uskup
besar tidak begitu mesra bahkan
Mozart telah dicaci maki dan
diusir keluar dari istana uskup
besar.
Mozart-pun tak luput dari
tantangan ayahnya. Saat Mozart
bangkit, justru cintanya ditolak
oleh seorang gadis pujaannya.
Namun pada tgl 4 Agustus 1782,
Mozart akhirnya menikah
dengan seorang gadis lain. Dari
enam anak MOZART yang lahir,
hanya 2 orang yang selamat.
Anak pertamanya, Raimund
Leopold meninggal ketika baru
berusia dua bulan. Kemudian
menyusul anak ketiganya yg
meninggal kurang dari satu
bulan, anak keempat enam
bulan, dan anak kelima hanya
satu jam. Tidak lama ayah
MOZART-pun meninggal pada
usia 67 thn setelah sakit yang
tiba-tiba saat dimana isteri
Mozart juga berada dalam
keadaan tidak sehat.
Hal ini sangat membuat Mozart
merasa kesepian. Mozart harus
tetap bangkit dari setiap
persoalan yang meililitnya.
Meskipun MOZART meninggal
pada 5 Desember 1791 saat
berumur 35 tahun,
pengkebumiannya disamakan
dengan pengkebumian orang
miskin dan tanpa siapapun
mengantarkan jenazahnya ke
pusaranya. Dan meskipun
pusaranya tidak diberikan tanda,
namun kepribadian Tangguh
Mozart tidak akan pernah
dilupakan oleh dunia. Nama
harumnya menghiasi dunia musik
di seluruh dunia hingga saat ini.
Tangguh berarti anda bertekad
untuk berdiri tegak dan gigih.
Bahkan ketika pikiran dan tubuh
anda memberi sinyal yang jelas
agar anda menyerah, anda tetap
berdiri. Tangguh bisa menjelma
saat anda sebagai pasien yang
sedang menjalani penyakit kronis
dan menahun, atau seorang istri
kematian suami tengah berjuang
membesarkan putra-putrinya.
Tangguh bisa menjelma dalam
wujud pecandu alkohol yang
siap menghadapai
penyembuhan. Tangguh bisa
berupa menolak pujian palsu
dan secara jujur menerima diri
anda dan anak-anak anda apa
adanya.
Ketangguhan adalah
kemampuan seseorang untuk
membuat yang terbaik dari apa
yang diberikan kepadanya.
Tangguh adalah membuat
keputusan untuk merubah sikap
mengasihani diri, suka mengeluh,
suka bergantung kpd orang
lain : menjadi lebih percaya diri,
mandiri dan ceketan bertindak.
Saudra harus tangguh dalam
melaksanakan hal-hal besar
dalam hidup, seperti mengambil
resiko, mengakui kesalahan, dan
mengubah kebiasaan buruk.
Anda harus tangguh dalam
melakukan hal-hal kecil seperti
menerima dan sabar
menghadpai orang-orang yang
tidak mengerti dengan Saudara.
Ketangguhan Pribadi saudara
bisa terlihat meskipun saudara
merasa tidak pernah dihargai
dan dihormati.
Keyakinan dan kepercayaan diri
menuntut ketangguhan anda.
Dan ada saatnya anda harus
memperlunak kekerasan anda
menjadi kebaikan.
BAB II
UKURAN SEBUAH PERGAULAN
Siapa yang tidak tahu bergaul!
Semua orang pastilah tahu
bagaimana caranya bergaul,
hanya saja pergaulan yang
bagaimana yang kita inginkan.
Acap kali kita mengatakan
“ teman kompak, sahabat baik,
teman akrab, teman istimewa
dan lain sebagainya ” tapi
bagaimana kita bisa mengatakan
demikian? Kebanyakan kita
mampu mengatakan demikian
karna kita merasa dia adalah
orang yang selalu bisa menjadi
teman di mana saja kita
membutuhkannya atau karna
kita merasa dia adalah orang
yang selalu berbuat baik
terhadap anda.
Coba kita perhatikan dan kita
tinjau kembali, apa manfaat yang
bisa anda peroleh dari teman
atau sahabat anda tersebut dan
apa yang di perolehnya dari
anda? Anda tentu bisa
membandingkannya, namun
bukan berarti dalam pergaulan
kita tidak selalu harus
membanding-bandingkan
temen-teman kita. jika hanya
sebuah materi atau hanya karna
gengsi yang kita dapatkan
darinya sementara apa yang dia
dapatkan dari kita adalah buah
fikiran kita berarti kita sudah
kalah terhadap teman kita
tersebut. Mengapa demikian,
karna memang yang sebenarnya
kita cari dalam berteman adalah
menambah wawasan. Jika kita
tidak pernah menambah
wawasan pengetahuan dari
teman kita apakah kita bisa
katakan dia adalah teman atau
sahabat terbaik kita? setiap saat
kita memang membutuhkan
orang lain terlebih kita memang
sangat membutuhkan teman
dalam berbagai hal namun kita
juga harus tahu bahwa kita sakit
akibat teman dan kita juga bisa
bahagia karna teman. Nah kita
tinjau kembali, teman yang
bagaimana yang sedang kompak
atau akrab dengan kita saat ini?
Jika anda merasa bahwa saat ini
teman anda selalu ada pada saat
senang atau dalam keadaan kita
yang selalu bahagia, mungkin itu
hanya sebagai teman senang
saja, apakah teman anda juga
bisa hadir saat anda mengalami
masalah tepatnya di mana anda
dalam keterpurukan atau
kesedihan atau lain sebagainya di
luar kebahagiaan anda? Jika ia,
berarti teman anda juga adalah
teman untuk bersedih. Jarang
sekali kita temui seorang yang
mau bersama kita saat kita
kesusahan. Anggap saja ada
teman kita yang demikian, tetapi
kita tidak bisa langsung katakan
dia adalah teman di mana kita
senang, sedih dan lain sebaginya.
Kita juga harus perhatikan
mungkin saja disaat kita berduka
teman kita itu juga sedang
mengalami masalah, nah karna
tidak ada teman yang mau
menemaninya makanya ia
menemani kita yang dia tahu
dalam masalah juga. Jika
demikian apakah anda bisa
katakan itu teman susah kita?
jawabnya tidak. Mengapa karna
dengan dan tanpa kita sadari
mereka telah memanfaatkan
problem kita sebagai tempat
problemnya.
Jadi apa sebenarnya ukuran
pergaulan yang sebenarnya,
ukuran pergaulan yang
sebenarnya adalah dimana kita
dapat mampu mengerti dan di
mengerti oleh orang lain dalam
kondisi tertentu. Seorang teman
yang baik, adalah orang yang
selalu memberikan wejangan
atau motivasi ke arah yang
positif. Nah, apakah anda juga
bisa melakukan hal yang
demikian. Jika belum bisa anda
memberikan motivasi dan
wejangan terhadap orang yang
kita anggap itu adalah sahabat
kita atau orang yang dekat
dengan kita berarti anda belum
mampu menegrti akan adanya
pergaulan yang anda lakukan
terhadap orang lain.
Terkadang sering kali dalam
berteman, kita mengalami
perdebatan yang seru.
Perdebatan yang positif itu baik
jika kita memang benar benar
menanggapinya dengan fikiran
yang positif pula. Namun tak
jarang kita langsung minder atau
sakit hati terhadap perkataan-
perkataan dari orang lain atau
tidak terima dengan pendapat
orang lain sehingga
mendatangkan konflik, baik itu
konflik batin bahkan sampai
konflik fisik. Coba perhatikan
disekeliling anda, mungkin anda
akan melihat beberapa orang
yang selalu bersama setiap
harinya sehingga anda
mengatakan itu adalah teman
kompaknya. Ada dua
kemungkinan, mungkin itu “ia”
tetapi mungkin juga “tidak.”
Jangan pernah berfikir orang lain
adalah musuh terbesar kita, jika
anda berfikir demikian anda
berfikir tidak real atau hanya
karna emosional. Pernahkah
anda mendengar perkataan
“HOMO HOMONE LUPUS =
Manusia adalah serigala bagi
dirinya. ”
Mengapa samapai ada perkataan
demikian, memang secara nyata
kita dapat lihat orang yang tidak
mampu mengendalikan dirinya
akan membawa dia dalam
masalah. Jadi sebenarnya
masalah yang pertama kali
timbul ada pada dirinya sendiri
dan bahaya yang pertama timbul
adalah akibat perbuatannya.
Saya akan berikan contoh
dimana akibat ketidak mampuan
mengkontrol dirinya sendiri
mengakibatkan konflik fisik dan
ini sering kita lihat bahkan
mungkin kita pernah alami.
Perhatikan dengan baik, hal yang
paling sepele yakni “mata”
mengapa mata sreing sekali
menimbulkan konflik. Suatu
ketika saya sedang berjalan
dengan teman saya disuatu
daerah tepatnya didaerah
sumatra utara. Tanpa sengaja
saya melihat orang duduk duduk
bersama beberapa rekannya
namun alangkah terkejutnya
saya dari beberapa orang
tersebut berkata kepada saya
dengan nada yang agak kasar
dia mengatakan “matami lae!!”
mendengar perkataan demikian
saya langsung tersinggung dan
reflek saya jawab “ ada dengan
mata saya rupanya” hanya
dengan perkataan demikian
orang tersebut langsung marah
dan mendatangi saya secara
beramai ramai dan saya tahu
tujuannya adalah ingin
menantang saya. Karna emosi
saya yang tak bisa saya kontrol
saat itu perdebatan terjadi dan
akhirnya terjadi adu fisik diantara
kami. Setelah kejadian itu saya
berfikir alangkah rendahnya
pemikiran saya hanya karna
kurangnya kontrol emosional
saya harus beradu fisik. Nah, itu
salah satu pengalaman saya.
Saya merasa bodaoh saat itu,
mungkin jika dengan saya
menyapanya bisa jadi saya malah
bersahabat dengan mereka
namun ternyata tidak demikian
dengan kejadian yang
sesungguhnya. Motivasi yang
kurang dan tingkat kontrol diri
saya itulah mengakibatkan
konflik. Percayakah anda, tidak
akan ada masalah jika anda
sendiri yang tidak membuat
masalah. Banyak sekali orang
berkata “ya, jika mereka jual
saya beli” kata tersebut
sebenarnya hal untuk
menyombongkan diri terhadap
orang lain. Apakah itu yang kita
cari dalam berteman?
Jawabannya ada pada diri kita
masing masing, bagaimana anda
menanggapinya maka itulah
yang akan terjadi kepada anda.
Sebuah pergaulan yang sering
kita alami hanya bersifat abstrak,
pergaulan yang menimbulkan
hubungan timbal balik sangat
baik.
Kebanyakan pada masa
sekarang ini, pergaulan
bukannya menambah
pengetahuan kita melainkan
hanya untuk bersenang-senang
saja. Para pelajar misalnya,
dengan majunya perkembangan
teknologi yang modern, bukan
dimanfaatkan untuk menambah
wawasan. Didunia komunikasi
seperti Handphone, jika kita ingin
memanfaatkannya jadikanlah
handphone sebagai alat
komunikasi yang benar-benar
memberikan kemudahan dan
membantu untuk menambah
pengetahuan. Tapi jika dilihat
dikehidupan yang nyata untuk
saat ini, handphone
dipergunakan hanya untuk
kepentingan pribadi dan hiburan
semata. Para pelajar saat ini
seakan tutup mata dengan ilmu
pengetahuan, tidak banyak
pelajar yang mementingkan
pengetahuan, bahkan yang
dipentingkan hanyalah mencari
teman “ngobrol.” Mudah saja
jika kita ingin menilai sesorang itu
apakah seseorang itu lebih
mementingkan ilmu
pengetahuan atau hanya
sekedar bicara-bicara kosong
saja. Mungkin pertanyaan
berikut ini akan memberikan
motivasi baru untuk merubah
sikap.
Pertanyaan mendasar dan umum
saja
1. Berapa uang pengeluaran
untuk keperluan pulsa dalam
satu bulan?
2. Berapa pengeluaran untuk
membeli koran dalam satu
bulan ?
3. Berapa pengeluaran untuk
membeli majalah?
4. dan berapa uang yang di
habiskan untuk membeli buku
pendukung mata pelajaran /
mata kuliah dalam satu bulan?
Dari sekian banyak responden
yang ditemui, banyak sekali para
pelajar saat ini lebih
mengutamakan pulsa dari pada
untuk berbelanja buku pelajaran
ataupun untuk menambah
wawasan. Hal ini juga tergantung
dengan bagaimana
pergaulannya, dan bagaimana
motivasi yang diterimanya dari
teman atau sahabat-sahabatnya.
Ini menandakan bahwa
berbicara seakan lebih penting
dari pada meanmbah ilmu
pengetahuan. Jika terjadi hal
yang demikian terhadap anda,
apakah dengan anda berbicara
kepada sahabat atau teman-
teman anda ini bisa dikatakan
sebuah pergaulan atau basa basi
belaka yang semakin membuat
anda masuk kedalam
keterpurukan dimasa datang.
Andalah penentu bagaimana
ukuran sebuah pergaulan, dan
bagaimana anda menyikapinya.
Sucses ada pada diri anda dan
sudah didepan anda, raihlah
dengan pergaulan yang positif
cerminkanlah pergaulan itu
sebagai pendorong meraih cita-
cita bukan cinta-bercinta. Dalam
pergaulan banyak sekali terjadi
persaingan-persaingan yang tak
terduga-duga, misalnya saja
dalam memilih orang yang
dianggap bisa memberikan
kebahagiaan pada kita atau lebih
umum dikenal dengan istilah
“ pacar.” Banyak sekali teman
yang menjadi pesaing untuk
mendapatkannya, itulah hal yang
paling sring terjadi dikalangan
muda saat ini. Dalam bergaul,
kita hadir bukan untuk menjadi
pesaing akan tetapi untuk saling
melengkapi satu dengan yang
lainnya. Kesalahan-kesalahan
dari seorang teman adalah
sebuah perubahan baru untuk
lebih bijaksana dalam mengambil
langkah baru.
Orang yang tidak pernah
memaafkan temannya adalah
orang yang jauh dari masyarakat
Thomas Fuller mengatakan
bahwa Orang yang tidak bisa
memaafkan orang lain sama saja
dengan orang yang memutuskan
jembatan yang harus dilaluinya,
karena semua orang perlu di
maafkan. Jangan merasa dengan
kesalahan yang telah dilakukan
oleh teman kita, kita sudah
merasa paling benar dalam
bergaul. Segala sesuatu
merupakan suatu kebiasaan. Kita
mempelajari cara keariefan yang
merupakan cara kelenturan.
Apabila kita terbiasa dengan
kelenturan, maka kita terbiasa
dengan berbagai perubahan
dadakan, kita terbiasa dengan
tindakan segera, tindakan
spontan, bukan tindakan
prasangka, itulah cara yang
terbaik.
Kita harus peduli pada orang
lain. Itulah tujuan hidup.
Semakin kita peduli pada orang
lain, semakin kita
mengembangkan diri kita,
berkembang hingga kita menjadi
satu dengan segalanya, dan kita
menjadi teladan bagi orang lain.
Sementara jika Semakin Anda
peduli pada diri sendiri, semakin
sempit jadinya Anda. Ini berarti
jangan kita merasa kita telah
lebih paham dari pada orang
lain terlebih kepada orang yang
kita anggap sebagai teman.
Memilih seorang sahabat tidak
harus dipandang dari fisik dan
meteri, fisik dan materi itu
sifatnya abstrak dan setiap waktu
bisa saja berubah kita tahu
bahwa dunia ini berputar begitu
juga pada pergaulan kita bisa
saja saat ini anda berada diposisi
yang rendah, namun tidak
menutup kemungkinan untuk
anda berada dipuncak jika anda
berusaha keras mencapainya.
Menjaga persahabatan yang
paling baik adalah dengan
berkomunikasi yang aktif dan
positif. Itu bahwa komunikasi
sangatlah penting dalam bergaul
yang baik. Bergaul yang baik
tidak membedakan satu dengan
yang lainnya atau
mengistimewakan seseorang
terhadap orang lain, kebanyakan
dari kita adalah orang yang
selalu membeda-bedakan satu
dengan yang lainnya. Sikap
membedakan ini akan
menimbulkan banyak sekali
pertentangan-pertentangan baik
itu fisik maupun non-fisik. Secara
umum sifat membeda-bedakan
ini jauh dari keakraban.
BAB III
Cinta
Cinta adalah sebuah perasaan
yang ingin membagi bersama
atau sebuah perasaan afeksi
terhadap seseorang. Pendapat
lainnya, cinta adalah sebuah
aksi/kegiatan aktif yang
dilakukan manusia terhadap
objek lain, berupa pengorbanan
diri, simpati, perhatian,
memberikan kasih sayang,
membantu, menuruti perkataan,
mengikuti, patuh, dan mau
melakukan apapun yang
diinginkan objek tersebut.
Para pakar telah mendefinisikan
dan memilah-milah istilah ini
yang pengertiannya sangat rumit.
Antara lain mereka
membedakan:
1. Cinta terhadap keluarga
( storge )
2. Cinta terhadap teman-teman,
atau philia
3. Cinta yang romantis atau juga
disebut asmara
4. Cinta yang hanya merupakan
hawa nafsu atau cinta eros
5. Cinta sesama atau juga disebut
kasih sayang atau agape
6. Cinta dirinya sendiri, yang
disebut narsisme
7. Cinta akan sebuah konsep
tertentu
8. Cinta akan negaranya atau
patriotisme
9. Cinta akan bangsa atau
nasionalisme
Beberapa bahasa, termasuk
bahasa Indonesia atau bahasa
Melayu apabila dibandingkan
dengan beberapa bahasa
mutakhir di Eropa, terlihat lebih
banyak kosakatanya dalam
mengungkapkan konsep ini.
Termasuk juga bahasa Yunani
kuo, yang membedakan antara
tiga atau lebih konsep: eros,
philia, dan agape. Cinta eros
merupakan cinta yang timbul
dikarenakan hawa nafsu, hawa
nafsu ini cenderung bersifat
subjektif dimana sulit untuk
menentukannya. Nafsu yang
dimiliki setiap manusia berbeda-
beda jenisnya. Ada yang
mendefinisikan nafsu sebagai
tindakan keinginan untuk
mendapatkan kepuasan belaka,
kepuasan itu akan timbul jika
nafsu yang dimilikinya telah
tersalurkan.
Bicara tentang cinta tak terlepas
dari hubungan intim, hubungan
intim itu merupakan penentu
keseriusan dalam sebuah ikatan.
Pada masa sekarang ini sex
bukanlah hal yang canggung lagi
dikalangan masyarakat.
Hubungan sex akan memberikan
suasana baru dalam sebuah
pergaulan. Sex juga bisa
dimanfaatkan sebagai peredam
emosional dan sekaligus
pengukur tingkat emosional
pada diri seseorang. Namun,
walau demikian adanya bukan
berarti untuk menentukan
tingkat emosional itu harus
melakukan hubungan sex tentu
saja tidak hal ini memberikan
kecenderungan dan
pengetahuan tersendiri
terhadapa jiwa dan kepribadian
seseorang yang masih dalam
tahap pengenalan dunia rill. Ini
biasanya terjadi pada kalangan
anak muda yang masih duduk d
bangku sekolah baik itu SLTP
ataupun SLTA yang dalam
penjiwaan dan pengontrolan
emosionalnya belum mampu
dikuasai sepenuhnya mereka
akan lebih mengutamakan ego-
nya masing-masing dalam
melakukan sesuatu ataupun
bertindak.
Cinta terhadap teman-teman
atau sahabat dinamakan philia,
cinta ini timbul dimana sebuah
pertemanan yang dialaminya
memberikan manfaat tersendiri
yang memunculkan inisiativ
serorangan. Banyak sekali yang
beranggapan bahwa cinta antar
teman itu mengatakan sebuah
hubungan khusus diantara
mereka yang merasa mempunyai
cinta terhadap sahabatnya.
Sebenarnya tidak, karna cinta
antar teman itu mengartikan
bahwa didalam persahabatan
dengan orang lain saling
mengasihi dan saling
memberikan keterbukaan untuk
saling membantu dan
memberikan toleransi, Begitu
juga dalam berpacaran. Pacar
sebenarnya adalah orang yang
kita percayai untuk memberikan
dorongan dan motivasi pada diri
kita di samping itu pacar adalah
sebuah hubungan dimana kita
salaing berbagi kasih sayang
dalam arti sebuah hubungan
persahabatan. Untuk memilih
pacar, kerap sekali banyak
pertimbangan-pertimbangan
yang harus dilakukan oleh
seseorang. Hal yang paling kerap
terjadi saat ini adalah cara
pandang dan penilaian yang
salah dalam memilih `pacar,
kebanyakan dari mereka untuk
menjadikan pacar di lihat dari
materi dan bentuk fisiknya.
Penilaian semacam itu salah, jika
benar ingin menjadikan pacar
pandanglah dari segi prilakunya,
kepribadiannya, motivasinya,
kebijaksanaanya dan kasih
sayangnya. Itu lebih baik dari
pada menilai materi dan fisik,
sebab materi bisa dicari dan fisik
tidak selamanya sama. Intinya
materi dan fisik itu sifatnya tidak
pasti dan akan berubah-ubah.
Mendefinisikan cinta
Seperti banyak jenis kekasih, ada
banyak jenis cinta. Cinta berada
di seluruh semua kebudayaan
manusia. Oleh karena
perbedaan kebudayaan ini, maka
pendefinisian dari cinta pun sulit
ditetapkan. Lihat hipotesis Sapir-
Whorf. Ekspresi cinta dapat
termasuk cinta kepada 'jiwa' atau
pikiran, cinta hukum dan
organisasi, cinta badan, cinta
alam, cinta makanan, cinta uang,
cinta belajar, cinta kuasa, cinta
keterkenalan atau cinta akan
ketenaran, dan lain sebagainya.
Cinta lebih berarah ke konsep
abstrak, lebih mudah dialami
daripada dijelaskan.
Cinta antar pribadi
Cinta antar pribadi menunjuk
kepada cinta antara manusia.
Antar manusia ini bukan hanya
berarti cinta itu hanya dimiliki
oleh para remaja saja. Cinta
antar pribadi mencerminkan
kecintaan kita terhadap orang
lain, bukan hanya sekedar cinta
dalam bentuk fisik saja.
Kecintaan jika dikatakan antar
pribadi saja seakan-akan terjadi
antara dua pihak saja yang
mengalaminya. Kecintaan kita
terkadang salah persepsi, tidak
sedikit orang yang mengalami
sakit hati karena cinta, bahkan
ada yang sampai mengakhiri
hidupnya hanya karna cinta.
Sangat disayangkan jika hal ini
terjadi pada diri kita, kecintaan
kita itu sebaiknya kita terapkan
dengan cara saling memberikan
kasih sayang antar umat manusia
bukan secara individual
melainkan secara keseluruhan.
Cinta yang bagaimanakah itu? Di
bawah ini dapat kita lihat unsur-
unsur yang menimbulkan cinta
antar pribadi. Beberapa unsur
yang sering ada dalam cinta
antar pribadi:
 Afeksi : menghargai orang lain
 Ikatan : memuaskan
kebutuhan emosi dasar
 Altruisme : perhatian non-
egois kepada orang lain
 Reciprocation : cinta yang
saling menguntungkan
 Commitment : keinginan
untuk mengabadikan cinta
 Keintiman emosional :
berbagia emosi dan rasa
 Kinship : ikatan keluarga
 Passion : nafsu seksual
 Physical intimacy : berbagi
kehidupan erat satu sama lain
 Self-interest : cinta yang
mengharapkan imbalan pribadi a
 Service : keinginan untuk
membantu
Energi seksual dapat menjadi
unsur paling penting dalam
menentukan bentuk hubungan.
Namun atraksi seksual sering
menimbulkan sebuah ikatan
baru, keinginan seksual dianggap
tidak baik atau tidak sepantasnya
dalam beberapa ikatan cinta.
Dalam banyak agama dan sistem
etik hal ini dianggap salah bila
memiliki keinginan seksual
kepada keluarga dekat, anak,
atau diluar hubungan
berkomitmen. Tetapi banyak
cara untuk mengungkapkan rasa
kasih sayang tanpa seks. Afeksi,
keintiman emosi dan hobby yang
sama sangat biasa dalam
berteman dan saudara di
seluruh manusia.
Benci
Benci atau kebencian adalah
merupakan sebuah emosi yang
sangat kuat dan melambangkan
ketidaksukaan, enmiti, atau
antipati untuk seseorang, sebuah
hal, barang, atau fenomena. Hal
ini juga merupakan sebuah
keinginan untuk, menghindari,
menghancurkan atau
menghilangkannya.
Kadangkala kebencian
dideskripsikan sebagai lawan
daripada cinta atau
persahabatan; tetapi banyak
orang yang menganggap bahwa
lawan daripada cinta adalah
ketidakpedulian. Rasa benci
kebanyakan timbul dari sifat-sifat
yang negatif. Benci merupakan
suatu tindakan dimana
seseorang, ingin mengabaikan
orang lain yang dianggapnya
tidak sesuai dengan apa yang
ada didalam hatinya atau
keinginannya. Kebencian
dominan sekali dengan
perbuatan yang kurang baik,
namun tidak semua orang
berfikir kebencian itu timbul
karna hal yang kurang baik.
Perhatikan disekeliling kita,
banyak sekali orang lain
memandang dengan rasa benci,
namun tidak diketahuinya apa
yang menyebabkan dia benci
terhadap objek tertentu. Aneh
bukan, jika kita tidak mengetahui
apa yang menyebabkan kita
benci pada orang lain. Hal yang
demikian lebih condong pada
unsur kecemburuan, sementara
orang yang mudah cemburu
terhadap orang lain adalah
orang yang tidak mampu
melakukan hal yang telah
dilakukan orang lain. Disisi lain,
kecemburuan itu akan muncul
pada diri orang jika objeknya
membuat sesuatu yang dianggap
berlebihan sementara dia tidak.
Cemburu yang menimbulkan
rasa benci dalam hatinya, akan
mengakibatkan kerugian pada
dirinya sendiri karna setiap orang
yang membenci orang lain akan
berusaha semaksimal mungkin
untuk meninggikan egonya dan
tidak pernah mau tahu dengan
apa yang dpperbuat orang
tersebut. Orang yang
mempunyai sifat demikian sangat
susah untuk maju atau dalam
setiap pekerjaannya akan selalu
“ jalan ditempat.” Sifat ini
sebaiknya dicampakkan sejauh
mungkin dari diri kita jika kita
ingin berkembang. Cemburu
bukan semuanya berdampak
buruk, jika kita berfikir positif,
cemburu bisa juga menjadi
motivasi diri untuk lebih
meningkatkan kualitas diri.
Dikalangan pelajar, sifat
cemburu sangat kerap kali
timbul terlebih pada saat
penerimaan hasil study. Sering
kita cemburu jika melihat teman
kita mendapatkan nilai bagus,
yang paling sering terjadi yakni
cara penilaian kita dan analisa
diri yang kurang. Kita
beranggapan bahwa orang yang
mendapatkan predikat lebih
tinggi dari kita tidak sesuai. karna
ego yang tinggi maka timbul
anggapan seakan-akan kita lebih
pintar dibandingkan orang yang
mendapat predikat. Akhirnya
timbul kecemburuan dan
menganggap guru tidak adil. Jika
kita pertanyakan pada diri kita,
layakkah kita mengatakan
demikian dan apakah ada guru
yang tidak adil? Tidak ada hal
yang mustahil jika kita mau
berusaha untuk maju. Sifat
cemburu yang positif itu misalnya
dengan kita melihat orang lain
lebih dari kita maka timbul
pertanyaan didiri kita “mengapa
orang itu bisa, kenapa saya
tidak ?” pertanyaan inilah yang
sangat jarang kita temui, motivasi
yang kurang dan cara pandang
yang selalu negatiflah yang
mengakibatkan kita gagal. Coba
rubahlah dengan cara pandang
yang baru untuk membuang
unsur-unsur yang menyebabkan
kecemburuan.
Sering kita dikelabuhi dengan
penampilan fisik semata.
Penampilan itu bersifat tidak
tetap sama halnya dengan
semanis ucapan dibibir saja. Kita
semakin sulit untuk menentukan
sesuatu dengan penilaian yang
benar karena segalanya dapat
berubah tanpa sepengetahuan
kita. Lihat dengan cara pandang
baru yang menuntut sebuah
latihan kita agar jangan terlena
dengan sebuah pemandangan
bagaimana Fatamorgana, sebab
hidup bisa direkayasa. Dengan
cara pandang baru kita dapat
melihat dan menentukan dengan
arif dan objektif sehingga dengan
cara pandang baru itu merubah
hidup kita tidak sempit. Lihatlah
dengan pandangan yang positif,
maka hidup kita selalu baru dan
optimis. Berfikir positif itu
sangatlah baik untuk
mengembangkan pengetahuan,
ada banyak orang yang tahu
bagaimana cara berfikir yang
baik namun hal ini sulit untuk
diterapkannya, semua orang
hanya menginginkan
kesempurnaannya saja. Jika kita
berharap sebuah kesempurnaan
saja, jadi apa tujuan kita hidup?
Maknai hidup itu dengan
perubahan-perubahan yang
sifatnya memberikan dorongan
kepada kita agar lebih
meningkatkan kualitas diri.
Jauhkan unsur kecemburuan
yang mengakibatkan timbul rasa
kebencian kepada orang lain.
Untuk memulainya diperlukan
dorongan mental yang baik yang
timbul dari keinginan untuk maju
bukan keadaan paksaan.
MAKNA CINTA
Bicara mengenai makna cinta,
banyak sekali orang
menyebutkan cinta..cinta dan
cinta. Sementara apa itu cinta
sendiri tidak tahu yang mereka
tahu hanya mengatakan cinta
dan jika di tanya apa itu cinta,
anda pasti bisa menbaknya
“ banyak yang mengatakan cinta
adalah kasih sayang dua insan
yang berbeda ” itu untuk kaula
muda. Dan jika ditanya apa
definisi cinta keseluruhan dalam
kehidupan sehar hari apakah
bisa dijawab? Di sini saya akan
coba paparkan apa itu cinta
yang sesungguhnya.
Saya tidak bisa mendefiinisikan
cinta, oleh sebab itu disini kita
tidak membicarakan apa itu cinta
melainkan apa itu makna cinta.
Mengapa saya katakan saya
tidak bisa mendefinisikannya, ada
alasan yang membuat saya tidak
ingin mendefinisikan cinta.
Alasannya cinta itu dalam sekali
artinya sedalam palung lautan
luas yang kedalamannya tidak
dapat diukur dan tinggi setinggi
langit yang tidak bisa dijangkau
dengan ukuran melainkan hanya
hatilah yang mampu
menjawabnya. Banyak sekali
persepsi tentang cinta.
Apakah Cinta itu?
Mereka yang tidak menyukainya
menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain
dengannya, menyebutnya
sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya,
menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai,
menyebutnya takdir.
Kadang Tuhan yang mengetahui
yang terbaik, akan memberi
kesusahan untuk menguji kita.
Kadang Ia pun melukai hati,
supaya hikmat-Nya bisa tertanam
dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka
pasti ada alasan di baliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk
dimengerti, namun kita tetap
harus percaya bahwa ketika Ia
mengambil sesuatu, Ia telah siap
memberi yang lebih baik.
Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin
mengambil keputusan, kita tidak
ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin
cepat-cepat, kita tidak ingin
sembrono.
Karena walaupun kita ingin
segera menemukan orang yang
kita cintai, kita tidak ingin
kehilangan jati diri kita dalam
proses pencarian itu.
Jika ingin berlari, belajarlah
berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah
mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah
mencintai dahulu.
Pada akhirnya, lebih baik
menunggu orang yang kita
inginkan, ketimbang memilih apa
yang ada.
Tetap lebih baik menunggu
orang yang kita cintai, ketimbang
memuaskan diri dengan apa
yang ada.
Tetap lebih baik menunggu
orang yang tepat, Karena hidup
ini terlampau singkat untuk
dilewatkan bersama pilihan yang
salah, karena menunggu
mempunyai tujuan yang mulia
dan misterius.
Perlu kau ketahui bahwa Bunga
tidak mekar dalam waktu
semalam,
Kota Roma tidak dibangun
dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim
selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus
bertumbuh selama kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah
dalam hidup memerlukan waktu
yang lama, Dan penantian kita
tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu
membutuhkan banyak hal -
iman, keberanian, dan
pengharapan - penantian
menjanjikan satu hal yang tidak
dapat seorangpun bayangkan.
Pada akhirnya. Tuhan dalam
segala hikmat-Nya, meminta kita
menunggu, karena alasan yang
penting.
Tanpa cinta, kehidupan ini akan
menghadapi malapetaka,
kehancuran. Semua akan
berjalan dengan dorongan
keegoan masing-masing. Karena
cinta sendiri adalah pilar
penopang utama kehidupan ini.
Atau bahkan, kehidupan sendiri
tidak akan ada tanpa cinta.
Sementara cinta tidak ada
gunanya tanpa kehidupan. Atau
bahkan cinta itu sendiri tidak
akan ada tanpa kehidupan,
karena memang tempat
berpijaknya di kehidupan itu
sendiri. Jadi, ketiadaan cinta
bukan lagi menyebabkan
kehidupan kita jadi sengsara
seperti syair di atas, malah
kehidupan itu sendiri akan
terancam.

MEMBANGUN SIKAP MENTAL PANTANG MENYERAH

1. Kalau Anda mempunyai
kecendrungan mudah menyerah,
maka langkah pertama pertama
yg paling penting adalah
mengakui kelemahannya itu.
Dengan menyadarinya , Anda
akan lebih siap untuk
memperbaikinya.
2. motivasikanlah diri Anda
untuk mengembangkan sikap
pantang menyerah. Sikap ini
diperlukan untuk meraih
keberhasilan dalam hidup.
Perhatikanlah artis,
atlit,karyawan dapat menajak
karirnya karena berprestasi,
mereka umumnya
memperjuangkan apa yg ingin
diraihnya dengan daya dan
upaya yg optimal. Sebaliknya ,
orang2 yg mudah menyerah ,
frustasi dan mudah putus asa
adalah orang2 yg gagal.
3. Berpikirlah bahwa Anda bisa
dan akan berhasil meraih apa yg
Anda inginkan. Keyakinan ini
akan membuat Anda lebih
efektif dibandingkan bila Anda
terlalu mengantisipasi
kemungkinan buruk. Menurut
para ahli , orang yg optimis
mempunyai kemungkinan yg
lebih besar untuk berhasil
dibanding orang yg pesimis.
Mengapa ? Karena keyakinan yg
positif akan mempengaruhi
mental dan fisik secar signifikan
untuk mendapatkan apa yg di
yakininya.
4. Arahkan mata Anda pada
tujuan , bukan pada hambatan .
Bila Anda memandang pada
tujuan , maka hambatan tidak
akan menakutkan. Tapi
sebaliknya , bila Anda terfokus
pada hambatan , Anda akan
mudah kehabisan daya juang.
5. Beranilah mengambil risiko
namun dengan perhitungan yg
mantap , Hadapi dan alamilah
pengalaman dan petualangan
baru. Keberanian yg benar
bukan berarti seperti orang yg
terjun bebas ke jurang, tapi
seperti orang yg menuruninya
setahap demi setahap dengan
persiapan yg matang.Kalau Anda
tidak berani mengambil resiko ,
tentu saja Anda berada pada
tempat yg aman , namun Anda
tidak akan berkembang.
6. Hadapilah semua tantangan
dengan penuh
keberanian .Anggaplah
tantangan sebagai “Sparring
Pathner” yg akan membuat
Anda semakin kuat , bukan
sebagai raksasa yg menelan
Anda. Semakin banyak
tantangan , semakin berani
menghadapinya, maka semakin
terbentuk karakter yg kuat.
7. Jangan terlalu cepat
mengambil kesimpulan bahwa
Anda tidak akan berhasil bila
pada usaha Anda mengalami
kegagalan. Belajarlah daridari
kegagal itu agar didapat
gambaran yg lebih baik lagi.
8. Teruslah berusaha, terkamlah
segala kesempatan yg ada ,
karena kesempatan itu tak
datang untuk kedua kalinya !,
tidak ada pendobrak kegagalan
yg sekuat nilai “kegigihan” .
Ingatlah filsofi air yg bisa
melubangi batu dengan tetesan
yg terus terus-menerus.
9. Imbangi kegigihan Anda
dengan pemikiran yg kreatif. Bila
perjalanan Anda terhalang oleh
batu cadas , Anda tidak perlu
membenturkan kepala Anda
untuk membuktikan bahwa
Anda pantang Menyerah.
Berhentilah sejenak dan
pikirkanlah bagaiman cara
mengatasinya. carilah jalur
alternatif !
10. Jangan terpengaruh oleh
kegagalan orang lain, tapi
biarlah keberhasilan orang lain
memotivasi kita. Belajarlah dari
kegagalan dan kesalahan orang
lain tanpa hrus mengalaminya
sendiri. Dengan cara itru Anda
menghemat banyak sekali waktu
dan energi Anda yg sangat
berharga.

Yakinlah...!maka kau akan sukses

Yakin adalah sikap yang harus
dimiliki setiap orang. Karena
Sebuah keyakinan itu jadi
satarter point untuk melakukan
sikap atau keputusan.
Hal ini tentunya sikap dan
keputusan kita untuk menatapi
sebuah masa depan yang
menurut kita sangat panjang.
Dalam keyakinan, seseorang
akan bisa melangkah tanpa ada
beban, yakin untuk bisa, yakin
untuk maju, dan yakin untuk
sukses.kalaupun ada beban
sangat mudah untuk diatasinya
dengan keyakinan.
Yakin dengan apa yang kita
jalankan sudah menjadi kunci
awal dalam kesuksesan pada
tujuan kita. barang tentu
keyakinan yang kita miliki harus
disikapi dengan ikhtiar dan doa.
Bukan hanya yakin saja tapi
tanpa ada action yang kita
perbuat..
Dengan yakin, sesorang bisa
mencapai pada impiannya.
Dengan yakin, bisa merubah
seseorang menjadi tidak seperti
orang lain pada umunya..
Banyak orang sukses berawal
dari mimpi, dan mimpi itu
disertakan dengan keyaikannya
bahwa ia akan sukses, terbukti
sudah banyak orang sukses tak
terlepas dari keyakinannya
dengan apa yang ia jalankan dan
impikan akhirnya berhasil.
Mungkin problem saat ini,
banyak pemuda dan orang-
orang sedikit atas keyakinannya.
Yang membuat sikap kita berada
dalam sikap ketakuatan akan
ketidakberhasilan.
Kita bisa melihat dari mereka ,
seseorang yang cacat kedua
tangannya menjadi motivator
terkenal, seseorang yang cacat
kakinya menjuarai lomba renang
tingkat internasional, dan
bahkan seseorang yang tidak
memiliki kaki dan tangan bisa
menjadi pelukis terkenal..luar
biasa!!! sulit dibayangkan.
padahal dalam ceritanya mereka
dulu adalah orang-orang yang
putus asa dan bahkan ingin
bunuh diri atas kekurangannya
itu.
Tapi kita bisa liat, dengan
keyakinannya mereka bisa
merubah segalanya yg tidak
mungkin menjadi mungkin.
Dengan keyakinan, hidupnya
bisa meraih mimipi yang
dicitakannya. . kekurangan pada
dirinya bukan menjadi hambatan
mereka untuk maju..bagi
mereka, jika sudah bermimpi
harus yakin mimpi itu akan
terwujud kelak.jika sudah yakin,
usaha untuk majupun akan trus
dijalankan dengan kenkimatan
yang dirasakan,tanpa ada rasa
keluh kesah.
Kita sadari bersama, hidup ini
adalah sebuah pilihan. Tentu
pilhan untuk menjadi orang maju
atau orang yang tertinggal.
Pilihan yang menuntut kita untuk
mengambil keputusan dlam
pertarungan dimasa yang akan
datang .jika salah memilih, maka
kita akan menjadi orang yang
tertinggal.jika kita tepat memilih
maka kita akan menjadi orang
yang maju untuk meraih masa
depan.
Dalam hal ini satu keputusan
yang kita ambil bukan serta
merta begitu sja bisa
sukses.terlepas dari benar atau
tidak benarnya keputusan itu.
Tapi keputusan itu harus di iringi
dengan keyakinan untuk
menjalani hasil keputusan
tersebut.
kputusan yang kita ambil tanpa
ada keyaknan kita untuk
menggapai kesuksesan. sama
saja tidak ada pengaruhnya atas
keputusan itu dan biasanya akan
mudah luntur semangat yang
akan kita cita-citakan.
Sebaliknya kpeutusan yang kita
ambil dan diirngi dengan
keyakinan untuk
menjalankannya maka dijamin
semangat itu tak akan pernah
pudar.walau banyaknya
hambatan .
Barang kali kita tidak
menyadarinya, sesungguhnya
keyakinan itu tidak terlepas dari
prasangka seorang manusia
dalam menjalani
hidupnya.karena dari
keyakinanlah akan berbuah
prasangka..dan ALLAH sesuai
dengan prasangka hamba-
hambanya..
Siapa yang yakin bisa maka
prasangkanya akan selalu yakin
bisa..dan ALLAH pun sama
dengan prasangkanya untuk
bisa,..luar biasa bukan!!
Dan satu hal pula,dengan
keyakinan bisa melandasi adanya
kemauan untuk bisa.
“Perbedaan antara orang
yang sukses dan orang yang
gagal bukanlah karena kurang
kekuatan, bukan pula karena
kurang pengetahuan, tetapi
lebih sering karena kurang
kemauan”