Rabu, 09 Februari 2011

bermimpi,belajar dan berusaha

“Tiga hal yang membuatmu
menjadi manusia terbaik.
Pertama, laksanakan apa
yang diperintahkan Allah
kepadamu, niscaya engkau
menjadi manusia yang paling
baik beribadah. Kedua
jauhilah apa yang dilarang
olehNya, niscaya engkau
menjadi orang yang zuhud.
Dan ketiga, terimalah
dengan ridha rizki yang
Allah berikan kepadamu,
niscaya engkau menjadi
orang yang paling
kaya.” (Abdullah bin Mas’ud
r.a)
Dalam hitungan satuan waktu
terkecil sekalipun, sebuah
eksistensi mengalami
penambahan umur seiring
berjalannya waktu itu sendiri.
Pada saat bersamaan, “jatah”
waktu eksistensinya berkurang
dan terus berkurang sampai
akhirnya habis. Begitupun
manusia dan semua makhluk
yang bernyawa di alam ini,
mempunya fase eksis yang
semua diawali dan diakhiri oleh
fase “tiada”, mempunyai umur
yang tertentu dan bisa berbeda-
beda.
Kita tidak pernah tahu berapa
lama jatah umur yang berupa
masa eksis ini. Kita tidak pernah
diperintahkan untuk mencari
tahu dan memang tidak akan
pernah akan bisa mencari tahu
dan bisa mendapatkan jawaban
berapa lama waktu yang kita
miliki. Kita hanya diperintahkan
untuk menata dan mengelola
jatah eksis itu oleh Sang Pemilik
masa itu sendiri. Quote kata-kata
hikmah dari Abudullah bin
Mas’ud di atas cukup menjadi
tuntunan dalam mengelola dan
menata masa yang berbatas
yang diberikan Yang Maha
Penguasa, Allah SWT.
Pengelolaan dan penataan
waktu erat kaitannya dengan
pengaturan jadwal, penentuan
rencana dan skala prioritas.
Jadwal dan rencana itu sendiri
tersusun dari sebuah agenda
besar berupa target-target, lebih
jauh lagi dari misi, visi dan tujuan
untuk suatu jangka waktu
tertentu. Tersirat, tausyiah dari
Abdullah bin Mas’ud r.a
manyatakan bahwa untuk
menjadi yang terbaik kita harus
menetapkan tujuan terbaik juga
yang bisa kita raih. Menetapkan
amal ibadah terbaik yang bisa
kita laksanakan membuat target
terbaik yang ingin dicapai di
tempat kerja/kantor atau studi/
sekolah dalam beberap waktu ke
depan, dan sebaliknya, pada saat
bersamaan mengurangi sampai
akhirnya menghilangkan dan
menggantinya dengan hal-halk
yang baik dari apa-apa yang
selama ini tidak/kurang baik.
Hal selanjutnya yang harus
dikelola setelah tersusunnya
target dan perencanaan adalah
masalah kedisiplinan. Seberapa
bagus dan detailnya target dan
perencanan jadwal apabila tidak
diiringi dengan kedisplinan untuk
kontinyu dan konsisten dalam
pelaksanaannya akan menjadi
nol besar tanp ada hasil dan
perubahan apa-apa. Berapa
banyak orang atau sekelompok
orang yang tergabung dalam
sebuah organisasi begitu lihai
dalam mematok target dan
tujuan, tapi tidak menshasilkan
apa-apa di penghujungnya
karena disebabkan tidak
sinkronnya antara target-target
itu sendiri dengan pelaksanaanya
karena tidak disiplin dan tidak
konsisten.
Ada benarnya ungkapan bahwa
kita harus meluruskan niat.
Seiring berjalannya waktu niat
yang sudah kita tetapkan di awal
sering berubah karena berbagai
macam faktor, oleh karena itu
harus dikembalikan lagi ke niat
awal agar lurus seperti yang
pernah kita tetapkan. Tanpa
merubah agenda besar, reivisi-
revisi untuk perbaikan mungkin
kita perlu ambil atas pilihan-
pilihan yang telah kita putuskan.
Perbaikan-perbaikan ini
diperlukan untuk mewujudkan
agenda besar itu tadi agar lebih
mudah.
Hal lain yang harus dikelola
adalah masalah rasa. Ini erat
kaitannya dengan pencapaian
target yang telah kita tetapkan
tadi dan masalah rizki seperti
yang tertulis pada quote diatas.
Rasa adalah energi yang
bersumber dalam diri dan
mengikat banyak elemen yang
fundamental ; hati, jiwa naluri
dan akal, untuk melahirkan sikap
dan sifat terhadap sebuah
keadaan yang dihadapi (Sulthan
Hadi). Untuk melakukan
perubahan dan perbaikan bisa
jadi kita memerlukan perubahan
suasana, perubahan lingkungan
dan fisik di sekitar kita; tempat
kerja, tempat tinggal, barang-
barang yang dimiliki dan lain-
lain. Tapi sebetulnya mengelola
rasa, mengubah cara pandang
dan menguatkan suasan bathin
adalah yang paling penting.
Maksudnya adalah bahwa
suasan bathin itu lebih penting
daripada suasana di luar kita.
Rasa yang dimiliki lebih kuat
pengaruhnya untuk menikmati
setiap keadaan yang kita temui.
Keelokan rasa inilah yang
merupakan amalan hakiki dalam
elemen jiwa kita, yang
membuatnya mengkilap,
meninggikan dan memlihara dari
ketergelinciran dari kejahatan
dan ketidakpuasan akan dunia
dan terpeliharanya syukur
nikmat.
Adapun sehubungan dengan
rizki itu sendiri, kita tidak akan
pernah berdoa untuk diberi rizki
yang lebih dari yang Allah
tentukan kepada kita, karena
rizki setiap kita sudah Dia
tentukan takarannya. Seperti
yang diajarkan oleh Rasulullah
SAW, lewat salah satu do’a yang
sering kita dengar :
“Ya Allah Tuhan kami, kami
memohon kepada Engkau
keselamatan dalam agama,
kesehatan dalam tubuh,
bertambah ilmu,
keberkahan dalam rezeki,
tobat sebelum mati, rahmat
ketika mati, dan ampunan
sesudah mati. Allah Tuhan
kami, mudahkanlah kami
ketika sekarat, lepaskanlah
dari api neraka, dan
mendapat kemaafan ketika
dihisab. Ya Tuhan kami,
janganlah Engkau jadikan
hati kami condong kepada
kesesatan sesudah Engkau
beri petunjuk kepada kami,
dan karuniakanlah kepada
kami rahmat dari sisi
Engkau, karena
sesungguhnya Engkau-lah
Maha Pemberi (karunia).”
Kita hanya diminta untuk berdoa
agar rizki yang diberikan kepada
kita menjadi berkah dan
bermanfaat bagi diri kita,
keluarga dan orang lain. Bukan
sebaliknya, rizki yang didapat
jangankan untuk orang lain,
untuk dirinya sendiri sedikitpun
tidak memberi manfaat,
na’udzubillahi min dzalik.
Untaian jejak kehidupan yang
sudah kita lewati sudah terekam
dalam gulungan pita kaset
kehidupan yang sudah tertutup
dan tidak mungkin untuk
dirubah. Kita hanya bisa belajar
dari sana. Momen di awal tahu n
Hijriah dan akhir tahun masehi
ini adalah momen terbaiik untuk
melakukan evaluasi target-target
yang pernah kita tetapkan satu
tahun ke belakang. Melanjutkan
hal-hal terbaik yang pernah
dicapai dan memperbaiki,
memperbaharui dan mengoreksi
apa-apa yang tidak tercapai.
Wallahu’alam

Selasa, 01 Februari 2011

Keyakinan untuk sukses

Jika Anda benar-benar mengharapkan
terjadinya sesuatu, maka harapan ini
memiliki efek yang kuat terhadap sikap dan
kepribadian Anda. Semakin besar keyakinan
terhadap harapan Anda, semakin mungkin
bahwa Anda akan melakukan dan
mengatakan sesuatu yang konsisten dengan
apa yang Anda harapkan akan terjadi.
Orang yang sukses berharap untuk menjadi
sukses. Orang yang sukses senantiasa
mengharapkan kesuksesan-kesuksesan dan
yakin bahwa hal itu akan terjadi dalam
hidupnya.

Keyakinan Anda yang terdalam membentuk
suatu layar prasangka yang membelokkan
realitas eksternal Anda dan menyebabkan
Anda melihat sesuatu tidak dengan cara
yang sebenarnya tetapi dengan cara Anda.
Keyakinan Anda yang kuat dapat menjadi
kenyataan, "Anda bukanlah apa yang Anda
pikir tentang siapa diri Anda, tetapi apa
yang Anda pikirkan, itulah Anda".
Hal terburuk dari semua keyakinan adalah
keyakinan yang membatasi diri. Ini adalah
keyakinan karena mengalami realita
perkembangan dalam hidup, yang biasanya
adalah perkembangan yang salah, yang
menyebabkan Anda yakin bahwa Anda
memiliki keterbatasan dalam beberapa hal.
Sebagai hasil dari keyakinan yang mebatasi
diri Anda, Anda terus menerus menganggap
remeh diri Anda, dengan mudah menyerah
dalam mengejar tujuan, dan lebih buruk
lagi, bercerita kepada orang lain disekitar
Anda bahwa Anda memiliki kekurangan
dalam kualitas dan kemampuan tertentu.
Salah satu langkah terpenting yang perlu
Anda ambil adalah mengatasi keyakinan
yang membatasi diri Anda. Anda memulai
proses ini dengan membayangkan bahwa
Anda tidak memiliki keterbatasan sama
sekali. Ketika Anda mengembangkan otak
Anda sampai ke titik yang benar-benar
Anda yakini, bahwa Anda dapat melakukan
apapun yang Anda masukkan ke dalam
otak, Anda akan menemukan suatu cara
untuk menjadikan keyakinan itu sebuah
realitas. Hasilnya seluruh keyakinan Anda
akan berubah.Keyakinan merupakan hal
yang sulit untuk diubah, namun keyakinan
merupakan hal yang dapat dipelajari.
Dan apapun yang telah dipelajari dapat
dihapus. Anda dapat mengembangkan
keyakinan akan keberanian, kepercayaan
diri dan ketekunan yang tak dapat
dihentikan yang diperlukan untuk
mendapatkan kesuksesan besar dengan
cara memprogram otak alam bawah sadar
Anda dengan cara tertentu.

Jangan sia-siakan hidup

Seringkali kita mengeluh ini itu,
mengeluh karena gagal,
mengeluh karena sakit,
mengeluh karena dilanda
musibah. Mengeluh dan
mengeluh. Entah berapa banyak
kita telah mengeluh, bahkan ada
juga orang yang ingin mengakhiri
hidupnya dikarenakan tidak kuat
menahan beban kehidupan yang
sulit.
Betapa buruknya kita yang
mengeluh itu apabila kita
mengetahui. Alam semesta ini
memiliki hukum-hukum yang
mengaturnya, sehingga
terciptalah keseimbangan dijagad
raya yang luar biasa. Puncak
keseimbangan itu telah membuat
kita berada didunia. Kehidupan
ini muncul dari perhitungan
rumit sesuatu yang kompleks
dan menakjubkan. Bayangkan
saja peluang untuk terbentuknya
alam semesta yang membentuk
kehidupan ini menurut Penrose,
seorang ahli probabilitas adalah
1:10^10^123 (10 pangkat 10
dipangkatkan kembali 123)
sebuah angka peluang yang kecil
sekali dan sangat sulit
dijabarkan, bahkan melampaui
10^50 (probabilitas nol/mustahil
terjadi karena kebetulan).
Kehidupan ini adalah sebuah
proses. Butuh waktu yang lama
untuk menciptakan sebuah
kehidupan. Misalnya saja, butuh
proses yang panjang selama 9
bulan untuk menunggu kita
dapat terlahir ke dunia. Butuh
kerja keras dan pengorbanan
orang tua sehingga kita dapat
muncul dan hidup didunia ini.
Hidup ini adalah sebuah
keajaiban yang patut kita syukuri.
Hasil dari perjuangan kita dari
sebuah titik sperma dan
pengorbanan bertriliun-triliun
kehidupan sebelumnya –
perjuangan orang tua kita,
nenek kakek kita, kakek buyut
kita dan seterusnya sampai satu
titik awal yang mengawali
semuanya yang kita sebut
dengan Tuhan.
Apakah kita tidak menyadari
bahwa betapa berharganya
sebuah kehidupan yang kita
rasakan ini?. Apakah kita ini
makhluk hina yang mengeluh
dan tidak pernah menyadari
bahwa lahirnya kita, hidupnya
kita adalah sebuah anugrah yang
tidak dapat dibayar dengan
apapun?
Bandingkan ukuran tubuh anda
dengan pulau tempat
keberadaan anda. Sangat kecil
bukan?. Bandingkan lagi pulau
tempat tinggal anda dengan
benua dimana pulau itu berada,
dengan planet bumi, dengan
matahari, dengan galaksi
bimasakti terus sampai dengan
jagad raya. Lihat dan sadarilah
disekeliling anda dan rasakan
bahwa betapa kecilnya kita dan
segala kehidupan ini apabila
dibandingkan dengan jagad raya,
bahwa betapa sebentarnya umur
kehidupan kita apabila
dibandingkan dengan umur
jagad raya ini. Maka betapa
berhargalah dan bernilailah
sebuah kehidupan kecil yang
anda rasakan itu. Janganlah
sekali-kali anda sia-siakan
kehidupan itu. Nikmati dan
syukurilah semua anugerah yang
kita miliki ini.
Lalu apa hubungannya sebuah
kehidupan luar biasa itu dengan
penderitaan, kekecewaan dan
segala permasalahan yang kita
hadapi ?. Bukankah lebih baik
tidak pernah merasakan hidup
dan merasakan segala
penderitaan itu?.
Berpikirlah positif kawan. Tuhan,
sang orangtua dari segala
orangtua yang menciptakan kita
tentu sangat menyayangi kita
sebagai makhluk hasil ciptaanya.
Seorang orang tua tentu akan
menyayangi anak-anaknya. Hal
ini bukan berarti kita tidak akan
mengalami tragedi, namun
rasakanlah dan pelajarilah apa
yang berada di balik semua itu.
Carilah pelajaran dan
keuntungan dari semua keadaan
yang tidak menguntungkan itu.
Sudut pandang inilah yang
mampu membuat kita dapat
melewati semua krisis dan
merubahnya menjadi
kesempatan didalam jalan
kehidupan kita. Berpikir positif
akan mengaktifkan gen-gen
(informasi dasar didalam tubuh
kita) untuk menciptakan
keadaan yang baik bagi tubuh
kita. Mengaktifkan sel-sel otak
dan tubuh untuk menghasilkan
hormon-hormon yang
bermanfaat.
Prinsip dualitas (keberpasangan)
bekerja untuk segalanya. Ada
depan-belakang, siang-malam,
kekuatan-kelemahan dan
sebagainya. Tak peduli betapa
segala sesuatu timpang, tak
perduli segala sesuatu akan
berakhir, akan selalu ada ruang
untuk memilih. Pertahankanlah
sudut pandang yang positif.
“ Tuhan akan sesuai dengan apa
yang kita pikirkan”. Maha
pertahankalah dan berjuanglah
selalu untuk selalu dalam
keadaan positif.
Belajar dari Thomas Alva Edison,
Ia menghabiskan uang 40.000
dolar dalam waktu 2 tahun dan
6000 bahan yang telah diuji. Ia
menggabungkan 3000 teori yang
telah ada dan meringkasnya
menjadi 2 teori saja. Dan
akhirnya, setelah menemui
kegagalan sebanyak 8889 kali,
pada tanggal 21 Oktober 1879,
lahirlah lampu pijar listrik
pertama yang mampu menyala
selama 40 jam. Di tahun 1882,
Edison memasang lampu-lampu
listrik di jalan-jalan, dan rumah-
rumah sejauh 1 km di kota
Newyork. Hal ini pertama kalinya
di dunia, jalan-jalan diterangi
oleh cemerlangnya cahaya
lampu dan manfaat yang kita
tidak dapat hitung saking
banyaknya.
Maka berjuanglah kawan,
raihlah kemenangan yang
ditawarkan Tuhan di akhir jalan
hidup kita kelak. Raihlah
keabadian dan keindahan itu.
Syukuri kehidupan ini dengan
menjalaninya. Mari kita berjuang
dan berkorban bersama-sama
untuk memberikan manfaat yang
sebanyak-banyaknya. Semua itu
untuk kita semua masing-masing.
Karena Tuhan tentu tidak akan
menyia-nyiakan segala kebaikan
yang telah kita lakukan.
Menabung untuk akhirat.
Menabung untuk masa depan.
Jangan sia-siakan perjuangan
kehidupan sebelumnya para
leluhur kita yang telah berjuang
sehingga kita ada untuk saat ini
didunia. Mari kita lanjutkan …